"Nanti ya, biar utuh. Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga.
Terkait kabar penangkapan dua orang pria yang diduga terkait insiden itu, Januar tak menampik. Tapi dia mengaku baru sebatas meminta keterangan.
"Ya ada dua orang, bukan ditangkap, tapi kami mintai keterangan," singkat Januar.
Sementara itu, informasi yang dihimpun NadiKabar dari sejumlah saksi dan polisi, temuan benda mirip bom waktu itu berkaitan dengan aktivitas war game atau "perang-perangan" yang dilakukan sebuah komunitas senapan mainan.
Benda mirip bom waktu itu diduga bagian dari properti atau alat pendukung dalam permainan perang-perangan.
Dalam permainan itu, ada skenario peperangan tim redaksi teroris dan polisi. Tim teroris berusaha meledakkan bom, sementara tim polisi berusaha mencegah dengan cara mencari dan menjinakkan bom. Durasi perang-perangan ini dibatasi oleh waktu hitung mundur dari properti bom rakitan tersebut.
Sehingga tak heran meski hanya properti, replika bom ini dilengkapi timer dan didesain mirip dengan aslinya. Beberapa warga menyebut skenario permainan perang-perangan ini mirip game online Point Blank.
Terkait bagaimana benda itu sore tadi bisa ditemukan sekelompok remaja, hal itu masih didalami polisi. Muncul dugaan jika replika bom rakitan itu tertinggal usai permainan, namun hal itu belum dikonfirmasi polisi.