"Saya sudah berulang kali mendorong perubahan desain pelaksanaan MBG, termasuk penerapan dapur berbasis sekolah agar proses pengolahan, distribusi, dan pengawasan makanan lebih dekat dengan penerima manfaat," ujar dia.
Dia juga mempertanyakan konsistensi BGN atas komitmen zero tolerance terhadap kasus keracunan. "Kalau memang tidak ada toleransi terhadap keracunan, mengapa kasus serupa masih terus berulang?" imbuh dia.
Dia mengingatkan jangan sampai transformasi MBG 2.0 sekadar mengubah kemasan. Sementara itu, kata dia, desain pelaksanaan yang bermasalah tetap dipertahankan.
"Ukuran keberhasilan transformasi bukan seberapa terbuka BGN menerima kritik, tetapi seberapa jauh kritik tersebut benar-benar dijalankan dan menghasilkan perubahan nyata," tutur dia.
Sebelumnya, Sudaryono mengatakan pihaknya tak antikritik terhadap semua aspirasi yang datang dari masyarakat. BGN mengatakan di pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sejumlah aturan yang sebelumnya melenceng mengalami perubahan.