Kelompok tersebut menegaskan bahwa mereka tidak meminta uang tebusan, melainkan ingin membuktikan betapa rentannya infrastruktur publik yang terhubung ke internet.

Kasus peretasan billboard digital bukan pertama kalinya terjadi di dunia siber:

Para pakar siber mencatat bahwa banyak insiden peretasan billboard terjadi akibat pengelola lupa mengubah password bawaan dari pabrikan pada antarmuka web mereka. Lembaga Out of Home Advertising Association of America (OAAA) bahkan secara khusus telah mengeluarkan panduan keamanan yang mewajibkan pengelola untuk tidak mengandalkan default password, demikian dikutip NadiKabar dari Gizmodo, Senin (2/11/2026).