NADIKABAR.COM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar demonstrasi mendesak kasus Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga aniaya, Yuli Nofita Sari (29) segera diusut. Kinerja Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone disorot lantaran lambat memproses dugaan pelanggaran etik Andi Tenri.

HMI menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Bone pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.30 Wita. Aspirasi mereka diterima Wakil Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, lantaran anggota BK sedang melakukan kunjungan reses.

"Kami mendesak BK DPRD Bone untuk memproses sesuai prosedur dugaan pelanggaran etik Ketua DPRD. Apalagi surat yang kami sampaikan sekaitan aduan Ketua DPRD belum juga diproses, laporan etik jangan digantung," ujar Ketua Umum HMI Cabang Bone Andi Miftahul Amri kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).

Mifta mengatakan, BK DPRD Bone sudah banyak menerima aduan terkait dugaan pelanggaran etik Andi Tenri namun tidak juga memberikan penjelasan terkait laporan tersebut. Dia mendesak BK transparan dalam menangani kasus tersebut.

"Kami menuntut agar Badan Kehormatan memberikan kepastian apakah pengaduan Tim Kuasa Hukum Yuli Nofita Sari melalui LBH HMI telah diterima, memberikan kepastian apakah pengaduan tersebut telah diregistrasi, nomor registernya berapa. Kemudian BK harus menjelaskan secara terbuka tahapan proses yang sedang berjalan, dan tidak menjadikan berjalannya proses pidana sebagai alasan untuk mengabaikan," katanya.

Dia menjelaskan, massa hadir menyampaikan aspirasi bukan untuk menghakimi Ketua DPRD Bone. Miftah kembali menegaskan, massa hanya meminta BK untuk memeriksa dugaan pelanggaran etik Ketua DPRD.