NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong integrasi kalender Warige Sasak yang menjadi kearifan lokal masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan teknologi informasi cuaca dan iklim agar penentuan pola tanam semakin akurat.
Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo mengatakan kalender Wariga masih relevan digunakan ketika kondisi iklim normal, tetapi tingkat kecocokan menurun saat terjadi fenomena iklim ekstrem, seperti El Nino dan La Nina.
"Menurut kajian kami waktu itu hanya 30 hingga 35 persen Warige yang cocok untuk kondisi iklim ekstrem," ujar dia dalam kegiatan Konsultasi Publik Stasiun Klimatologi NTB secara daring dipantau di Mataram, Rabu.
Pihaknya tidak meninggalkan atau mengesampingkan tradisi lokal yang selama ini menjadi acuan masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Menurut dia, kearifan lokal perlu tetap menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan mengingat kondisi geografis dan topografi yang beragam turut memengaruhi karakteristik iklim serta pola pertanian tradisional.