Menurut Faisal, OMC dry ice dilakukan untuk mengurangi kepekatan asap dengan membongkar lapisan inversi yang membuat asap terperangkap di bawah ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki.

Kemudian, kata Faisal, setelah asapnya naik, matahari dapat memicu penguapan dan terbentuknya awan hujan. Setelah itu, BMKG melakukan penyemaian awan menggunakan NaCl.

BMKG juga melakukan pemantauan berbasis ilmiah untuk memastikan pelaksanaan operasi tersebut, yakni melalui pengukuran menggunakan radiosonde.

Pengukuran tersebut dilakukan untuk mengetahui profil suhu dan tekanan udara di atmosfer serta mengidentifikasi posisi lapisan inversi. Setelah itu, penyemaian dilakukan pada titik yang telah ditentukan.

"Kita melakukan uji radiosonde naik ke atas, untuk mengetahui berapa suhu dan tekanan udara, profilling di atas, sehingga kita tahu persisi di bagian mana lapisan inversinya. Lalu, penyemaian kita lakukan pada titik tersebut," ungkap Faisal.