Selain itu, BMKG turut memantau kualitas udara di permukaan, termasuk konsentrasi PM2.5. Faisal menyebut jarak pandak di sejumlah wilayah bertambah setelah operasi dilakukan.

Sebagai contoh, bandara di Sumatra Selatan yang sebelumnya tertutup asap kembali terbuka, disertai perbaikan kualitas udara.

Di sisi lain, BMKG turut memantau pergerakan asap kebakaran hutan yang sempat mencapai wilayah Jakarta. Asap tersebut terpantau selama sekitar lima hingga enam jam pada ketinggian lebih dari empat kilometer sebelum bergerak menjauhi Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat.

"Kemarin sempat terpantau beberapa jam, ya. Kurang lebih sekitar, kalau saya tidak salah 5-6 jam. Masuknya itu memang asap yang berada di ketinggian lebih dari 4 kilometer. Jadi, kita pun di sini tidak merasakan asapnya," jelas Faisal.

"Kita juga memantau, tidak hanya saya sampaikan secara kualitatif, tapi secara kuantitatif kita pantau di peralatan-peralatan monitoring kualitas udara kita yang ada di permukaan. Jadi, itu (asap) masuk kira-kira 4 jam, 5 sampai 6 jam, dan kemudian menjauh dari daerah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat," tambahnya.