Bulog juga menonaktifkan enam pegawai yang bertanggung jawab di wilayah DKI Jakarta, mulai dari tingkat kantor wilayah hingga bagian yang menangani bidang terkait. Sementara itu, dua pejabat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) turut dinonaktifkan.

Rizal menegaskan penonaktifan dilakukan sebagai langkah sementara selama pemeriksaan, bukan penetapan bahwa mereka telah terbukti bersalah.

"Kalau yang bersangkutan masih ada di dalam, takutnya kan nanti bukti-buktinya bisa dihilangkan. Jadi dinonaktifkan dulu yang bersangkutan, sampai betul-betul terbukti atau tidak," tegasnya.

Bulog juga membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menertibkan penyaluran beras pemerintah dan memeriksa RPK di seluruh Indonesia.

Pemeriksaan akan menyasar mitra yang memiliki pola pemesanan melebihi kuantum atau terlalu sering dalam waktu berdekatan. Jika ditemukan pegawai Bulog terlibat, Rizal menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti sesuai aturan dan proses hukum.

Untuk membuka saluran pelaporan, Bulog turut menyediakan layanan pengaduan bernama BELLA alias BULOG Intelligent Assistant yang terhubung dengan pengawas internal perusahaan. Masyarakat diminta melaporkan apabila mengetahui dugaan pelanggaran yang melibatkan pegawai Bulog.