Dari sisi profitabilitas, perusahaan membukukan Laba Bersih mencapai US$126,62 juta dengan EBITDA yang tercatat sebesar US$287,77 juta.

Pada pertengahan Oktober lalu, MSCI mengumumkan usulan untuk menurunkan kelas (reklasifikasi) pasar modal Indonesia dari status negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Usulan tersebut berujung pada aksi jual bersih investor asing (foreign net sell) secara masif.

Sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD) hingga 2026, arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp94,87 triliun.

Perginya dana asing tersebut memukul telak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 37,10 persen. Indeks terpantau terjun bebas dari posisi 8.647 pada 31 Desember 2025 menjadi 5.439 pada 23 Oktober 2026.