NADIKABAR.COM — Fenomena El Nino kategori kuat ternyata tidak cuma berdampak pada meningkatnya suhu dan membuat musim kemarau semakin kering. Lebih dari itu, fenomena ini disebut dapat membuat satu hari di Bumi jadi lebih panjang.

Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), puncak El Nino kuat di Samudra Pasifik, menyebabkan durasi satu hari bertambah sekitar 1 milidetik di Bumi.

"Namun, perubahan tersebut hanya sekitar 1 milidetik pada puncak El Nino yang kuat," jelas NOAA yang dikutip dari AccuWeather, Rabu (21/10).

Para ilmuwan memperkirakan satu milidetik sama dengan seperseribu detik. Perubahan ini cukup besar untuk diukur, namun terlalu kecil untuk dirasakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan durasi satu hari yang mencapai 86.400 detik, perbedaan ini hanya sekitar satu per 100 juta. Lantas, bagaimana El Nino bisa mengubah rotasi seluruh Bumi?

Seiring menguatnya El Nino, perubahan pola angin global sedikit memperlambat rotasi Bumi. Angin pasat di wilayah tropis Samudra Pasifik melemah, sementara angin yang bertiup dari barat ke timur di wilayah yang lebih jauh dari garis khatulistiwa menguat.

Perubahan ini mendistribusikan kembali momentum sudut atau angular momentum, yaitu energi rotasi yang terbagi antara Bumi dan atmosfernya. Untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan, rotasi Bumi sedikit melambat.