Prinsip ini dianalogikan mirip dengan penari balet yang berputar. Ketika seorang penari balet menarik lengannya lebih dekat ke tubuhnya, ia berputar lebih cepat.

Sebaliknya, ketika ia merentangkan lengannya ke luar akan membuat putarannya melambat. Ketika kondisi di Samudra Pasifik berubah ke arah yang berlawanan, Bumi dapat mengalami respons yang sebaliknya.

Misalnya, ketika fenomena La Nina terjadi. NOAA menyebut fenomena tersebut membuat rotasi Bumi sedikit lebih cepat, sehingga durasi hari menjadi sedikit lebih pendek.

"La Nina cenderung memberikan dampak yang berlawanan," ujar NOAA.

El Nino bukan satu-satunya fenomena alam yang dapat mengubah durasi satu hari. NASA mengatakan bahwa perubahan di atmosfer, lautan, air tanah, dan lapisan es dapat memengaruhi rotasi Bumi dalam rentang waktu yang berbeda-beda.

"Perubahan cuaca harian dan musiman dapat memengaruhi durasi satu hari hingga beberapa milidetik selama satu tahun," tambah NASA.

El Nino dilaporkan semakin menguat dan bahkan memecahkan rekor suhu terpanas di zona pemantauannya di Pasifik. Fenomena ini padahal diperkirakan baru akan mencapai puncaknya pada Desember mendatang.