Pergerakan lempeng Bumi tersebut didorong oleh pelepasan panas dari bagian dalam Bumi. Sekitar 90 persen aktivitas tektonik dan seisimik Bumi diketahui terjadi di batas-batas lempengnya.
Sementara itu, Bulan merupakan benda langit dengan satu lempeng yang memiliki sesar akibat penyusutan. Berbeda dengan Bumi yang terdiri atas lebih dari 15 lempeng litosfer yang tersusun seperti mosaik, satu lempeng Bulan bertindak seperti cangkang yang utuh.
Oleh karena itu, ketika bagian dalam Bulan mendingin dan menyusut, sesar tidak terkonsentrasi di sepanjang batas lempeng, namun tersebar luas di seluruh permukannya.
Dengan demikian, gempa Bulan dapat terjadi di mana saja, baik akibat pergerseran pada sesar yang sudah ada maupun akibat terbentuknya sesar baru.
Penelitian terbaru ini juga mengungkap beberapa wilayah yang memiliki lebih banyak sesar dibandingkan dengan wilayah lainnya. Sementara itu, bagian Bulan dengan kerak paling tebal tampaknya memiliki sesar paling sedikit.