Para ilmuwan menyebut hal ini menunjukkan wilayah tersebut mungkin merupakan bagian yang paling stabil.

Mereka turut menemukan pembentukan sesar secara luas tidak terjadi pada tahap awal evolusi Bulan. Pasalnya, kerak bulan yang tebal, berpori, dan dipenuhi retakan berfungsi sebagai lapisan penyekat yang menghambat pelepasan panas dari dalamnya.

Kondisi ini disebut dapat memperlambat proses pendinginan dan penyusutan Bulan hingga periode yang relatif baru.

"Seiring dengan berlanjutnya proses pendinginan dan penyusutan bagian dalam Bulan, pertumbuhan sesar baru diperkirakan masih berlangsung hingga saat ini," kata Thomas R. Watters selaku pemimpin utama penelitian ini dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Watters merupakan seorang ilmuwan senior emeritus di Center for Earth and Planetary Studies. Ia melakukan penelitian ini bersama beberapa ilmuwan lain seperti Maria Banks, Cole Nypaver, dan Mark Robinson.