Dia menegaskan, para mahasiswa di Cianjur mengecam perilaku seks menyimpang tersebut dan berharap para pelakunya diproses lebih lanjut.

"Kami mengutuk keras siap perbuatan penyimpanan seksual atau LGBT. Kami dengan tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk keberadaan, aktivitas, perkumpulan, kampanye, maupun propaganda kelompok LGBT di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur," tegasnya.

Irsan, mahasiswa Universitas Suryakancana Cianjur, menuturkan peristiwa dua mahasiswa yang terpergok bermesraan sesama jenis tersebut menjadi alarm untuk seluruh kampus di Cianjur.

Oleh karena itu, dirinya juga mendorong agar pihak perguruan tinggi melakukan evaluasi hingga pembinaan karakter agar tidak ada lagi mahasiswa di Kota Santri yang melakukan penyimpangan seksual.

"Ini alarm untuk kita dan pihak kampus untuk segera bergerak. Makanya kami mendorong agar perguruan tinggi menyerukan gak serupa, menolak LGBT. Di sisi lain, kami meminta seluruh perguruan tinggi di Cianjur mengevaluasi pembinaan karakter, kode etik, serta pengawasan terhadap seluruh kegiatan mahasiswa agar persoalan serupa tidak terjadi di kampus lainnya," kata dia.