Menurutnya, mahasiswa juga akan bergerak bersama organisasi Islam yang belakangan melakukan gerakan penolakan LGBT di Cianjur.

"Kami menyatakan dukungan terhadap Ormas Islam di Cianjur yang sedang masif bergerak untuk menyuarakan penolakan terhadap perilaku LGBT sebagai bentuk aspirasi moral dan keagamaan masyarakat, sepanjang dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional," ucap dia.

Di sisi lain, Vito Andri Yaksa, mahasiswa Unpi Cianjur, mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur bergerak cepat dalam mencegah penyebaran perilaku seks menyimpang di Tatar Santri.

"Belum lama ini juga ada kasus ASN Nakes melakukan pelecehan seksual sesama jenis. Kemudian terjadi lagi sekarang dua mahasiswa. Tentu Pemerintah Kabupaten Cianjur harus segera merespons keresahan masyarakat dengan langkah nyata, berbasis data, edukasi, pembinaan, penguatan keluarga, perlindungan generasi muda," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua mahasiswa laki-laki yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) digerebek warga usai kepergok bermesraan sesama jenis di depan warung di sekitar Gang Rinjani, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.