NADIKABAR.COM — Bengkel spesialis shockbreaker dan dongkrak Pak Yono di Magelang bukan nama asing bagi pencinta otomotif, khususnya roda dua. Pelayanan yang dirasa cukup memuaskan dan ramah membuat pelanggan rela mengantre sejak malam hari.

Adalah Luwaryono (45), sosok di balik ramainya bengkel tersebut. Pak Yono begitu akrab disapa merupakan owner servis shockbreaker dan dongkrak. Saat ini bengkel yang dirintis sejak 2003 ini sekarang dikenal di seluruh Indonesia.Bengkel ini berada di Pulosari, Jumoyo, Salam, Magelang. NadiKabar pun secara khusus bertemu dengan Pak Yono di bengkelnya, Sabtu (12/9/2026). Pada kesempatan itu, Pak Yono menceritakan awal mula berdirinya bengkel hingga berjaya seperti sekarang ini."Awal mula saya terjun di dunia shockbreaker itu tahun '99. Saya ikut orang, terus saya 2003 mulai memberanikan diri untuk buka sendiri. Itu di kampung sebelah, di Dusun Tegalsari. Di situ satu tahun, terus pindah ke sini di Dusun Pulosari, Jumoyo, Salam ini 2004 sampai sekarang," kata Pak Yono kepada NadiKabar.Dalam operasional bengkel, Yono mengatakan, dibantu empat orang. Ada juga yang bertugas sebagai cameramen dan administrasi bengkel. Tetapi, dalam menjalankan bengkelnya Yono memilih cara berbeda dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya."Kenapa dengan model seperti ini, gaya seperti ini saya mencoba untuk memberikan warna baru di dunia otomotif ya, dunia perbengkelan itu. Yang enggak semuanya sih, tapi ada model-model yang masih seram, kaku, enggak humanis, enggak humoris," terangnya."Itu kita memberikan warna baru dengan memberikan pelayanan yang terbaik, fasilitas yang terbaik. Di sini ada fasilitas itu semua free-lah. Fasilitasnya itu ada WiFi, free WiFi, kopi, gorengan, ruang tunggu itu ada, terus jajanan, minuman, termasuk sarapan dan lain-lain. Itu semua kita kasih free untuk pelanggan. Itu salah satu metode kita dalam pelayanan untuk yang terbaik untuk konsumen," imbuhnya.

Untuk memaksimalkan pengerjaan agar tidak mengecewakan pelanggan setiap hari dibatasi maksimal hanya 12 pelanggan saja. Menurutnya, umumnya bengkel buka pukul 08.00 atau 09.00 WIB. Sedangkan bengkel yang dikelolanya buka mulai pukul 05.00 WIB."Umum bengkel itu kan jam 8, jam 9 ya. Itu kita berani memberikan pelayanan buka jam 5 pagi. Itu karena juga merasa kasihan, itu bentuk semangat saya untuk memberikan pelayanan yang terbaik," tuturnya."Kita biasa bangun jam 4 pagi ya, terus mandi, subuhan, terus langsung kita buka bengkel. Kita pelayanan sampai selesai, jadi tutupnya itu enggak patokan jam. 12 antrean selesainya jam berapa, ya itu baru tutup. Kadang jam 1, kadang jam 12," tambah Pak Yono.Alasan nomor antrean dibatasi, kata Yono, kenapa 12 itu untuk mengukur kekuatannya."Mengukur kemampuan saya dalam satu hari mengerjakan itu ternyata batas aman saya itu hanya 12 nomor antrean. Dengan standar kerja saya ya. Itu 12. Kalau lebih dari itu, yang saya rasakan saya enggak mampu," bebernya."Saya sendirinya langsung turun tangan untuk setting, untuk quality control-nya itu saya sendiri langsung," tegasnya.