NADIKABAR.COM — Selama ini tanaman tebu dikenal sebagai bahan baku utama gula pasir. Namun di China, tanaman beruas tinggi ini disulap menjadi produk bernilai tambah yang kini menembus pasar ekspor, salah satunya minuman fermentasi.

Inovasi ini berpusat di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China Selatan. Wilayah dengan iklim hangat dan lembap ini dikenal sebagai wilayah penanaman tebu terbesar di China dengan menyumbang 60% dari total produksi gula nasional selama bertahun-tahun.

Pada musim giling 2025-2026, luas lahan tanam tebu di Guangxi mencapai 12,34 juta mu atau setara 822.667 hektare (ha). Angka ini menjadi yang tertinggi dalam hampir satu dekade terakhir.

Dengan potensi tersebut, perusahaan-perusahaan berlomba untuk eksplorasi pemanfaatan lain pada tanaman tersebut, salah satunya produsen minuman, Hao Qing Chun, yang berkantor pusat di Kota Chongzuo.

Perusahaan ini mengembangkan minuman fermentasi berbahan dasar tebu yang menghadirkan aroma buah yang lembut dengan sensasi rasa asam-manis yang menyegarkan di lidah.