Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner LPS Nomor 145/ADK3/2026 tanggal 23 Oktober 2026 tentang Cara Penanganan Bank Dalam Resolusi PT BPR Agritrans Batumarta.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, OJK mencabut izin usaha BPR Agritrans Batumarta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Dengan pencabutan izin usaha ini, LPS akan menjalankan fungsi penjaminan simpanan dan melaksanakan proses likuidasi bank sesuai ketentuan yang berlaku," jelas OJK.

OJK mengimbau nasabah BPR Agritrans Batumarta agar tetap tenang. Pasalnya, simpanan masyarakat di perbankan, termasuk BPR, dijamin oleh LPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berikut daftar bank yang dicabut izin usahanya sepanjang 2026 hingga 4 November:

1.  PT BPR Suliki Gunung Mas, Sumatra Barat (7 Januari 2026).2.  PT BPR Prima Master Bank, Surabaya, Jawa Timur (27 Januari 2026).3.  Perumda BPR Bank Cirebon, Jawa Barat (9 Februari 2026).4.  PT BPR Kamadana, Bangli, Bali (18 Februari 2026).5.  PT BPR Koperindo Jaya, Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9 Maret 2026).6.  PT BPR Pembangunan Nagari, Agam, Sumatra Barat (31 Maret 2026).7.  PT BPR Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (7 April 2026).8.  PT BPR Ceper Permata Artha, Klaten, Jawa Tengah (25 Juni 2026).9.  PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Batu, Jawa Timur (3 Juli 2026).10.PT BPR Mataram Mitra Manunggal, Yogyakarta (7 Juli 2026).11.PT BPR Syariah Hasanah Mandiri, Depok, Jawa Barat (16 Juli 2026).12.PT BPR Citra Bersada Abad, Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi (19 Agustus 2026).13.PT BPRS Gaido Indonesia, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (1 September 2026).14.PT BPR Pasarraya Kuta, Bali (17 September 2026).15.PT BPRS Musyarakah Ummat Indonesia, Tangerang, Banten (25 September 2026).16.PT BPR Agritrans Batumarta, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan (3 November 2026).