Dedy menyebutkan bahwa pembatalan penerbangan tersebut dilakukan lantaran dampak sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.

"Dampak sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional berupa keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan padarute domestik maupun internasional. Seluruh penyesuaian dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," ujarnya.

Terkait hal ini, Dedy menyebutkan bahwa kondisi jadwal penerbangan bersifat dinamis berdasarkan keputusan masing-masing maskapai.