Pengolahan sampah merupakan satu dari sejumlah unit usaha yang sedang dikembangkan KDMP Cipelang. Di dalam koperasi itu terdapat gerai sembako, layanan internet, Agen Mandiri, percetakan, pengemasan produk, serta kemitraan dengan Klinik Sehat Cijeruk.

Sekitar 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah telah menitipkan produk. Barang yang dipasarkan tim redaksi lain olahan nanas dari kelompok wanita tani, oncom, keripik, minuman herbal, kopi, serta produk buatan pesantren.

KDMP Cipelang juga menyiapkan warkop digital bersama PT Cyber Global Indonesia. Tempat itu dirancang bukan sekadar ruang minum kopi. Rita ingin menjadikannya pusat informasi koperasi yang menghubungkan warga dengan peluang kuliah, pelatihan, pekerjaan, pemasaran produk, hingga bantuan hukum.

Dua mahasiswa disiapkan menjadi barista sekaligus operator. Keduanya akan mengelola informasi dan membantu warga menggunakan layanan digital yang tersedia.

"Warkop ini tidak cuma tempat nongkrong anak-anak muda, tetapi akan menjadi pusat informasi Kopdes Cipelang. Apa pun yang masyarakat cari bisa dibuka di link tersebut," tutur Rita.

Di lahan lain seluas sekitar 1.000 meter persegi, Rita membayangkan sebuah kafe keluarga dengan gazebo, lampu, dan obor di beberapa titik. Usaha itu masih berupa rencana. Ia memilih menyelesaikan pengolahan sampah dan menstabilkan penjualan paving block lebih dahulu.

Bagi Rita, satu usaha harus membuka jalan bagi kegiatan berikutnya. Limbah yang semula menyumbat selokan dapat menjadi bahan bangunan. Koperasi yang dahulu dipahami sebatas simpan pinjam perlahan diproyeksikan menjadi pusat usaha dan pelayanan warga.

"Mimpi itu gratis. Mengejarnya baru yang mahal. Semangat yang mahal, konsistensi," kata Rita.