Astri juga mengungkapkan semangatnya untuk mempelajari teknologi-teknologi di Jerman yang berkaitan dengan bidang keahliannya yaitu otomotif. Bahkan, Astri menyebut Jerman sebagai salah satu negara yang memiliki industri otomotif yang sangat maju.
"Jadi, jelas sekali, saya ingin melihat bagaimana pabrikan Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz seperti itu," kata Astri ketika ditanya mengenai teknologi yang ingin dipelajarinya selama berada di Jerman.
Namun, pengalaman magang yang akan dijalani Astri tidak hanya berkaitan dengan teknologi otomotif. Ia juga akan mempelajari metode pengajaran vokasi di TU Dresden.
Menurut Astri, materi yang diperoleh selama magang nantinya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya dalam membangun hubungan yang lebih erat tim redaksi sekolah dan dunia industri.
"Kami juga mendapatkan (pelajaran) bagaimana cara membangun vokasi atau pendidikan dual-industry. Jadi, bagaimana cara kita bekerjasama dengan industri sehingga serapan-serapan dari siswa-siswa SMK itu bisa langsung diterima di perusahaan," jelas Astri kepada detik di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Setelah menyelesaikan program magang dan kembali ke sekolah, Astri yang telah menjadi guru selama 7 tahun itu berencana menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya di Jerman dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, siswa SMK tidak cukup hanya memiliki keterampilan yang setara dengan standar internasional. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk benar-benar bersaing di pasar kerja internasional.