Program Magang ke Luar Negeri untuk Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam rangka meningkatkan kualitas SMK di seluruh Indonesia.

Terdapat 50 guru dari 16 provinsi di Indonesia yang lolos seleksi dan akan berangkat magang ke Jerman di musim gugur ini. Terdapat dua tempat yang menjadi tujuan magang pada program kali ini yaitu Dresden University of Technology dan FESTO.

Bekerjasama dengan Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut menyokong program ini dengan memberikan bantuan biaya hidup selama program berlangsung selama tiga bulan.

Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengungkapkan proses seleksi berjalan selama 2 bulan sebelum pengumuman lolos peserta. Pemilihan tujuan magang juga didasarkan pada skala industri yang dimiliki oleh Jerman

"Secara internasional memang Jerman, Swiss, Belanda ini kan memiliki model vocational school. Berbeda dengan Amerika, Inggris atau Australia. Jerman lebih besar dan industrinya sangat banyak," ungkapnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di NadiKabar.com.