Frankcom (43) dan enam relawan WCK lainnya tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi dihantam serangan drone Israel pada 1 April 2024, padahal jelas kendaraan yang mereka tumpangi itu memiliki logo WCK.
Unjuk rasa di Canberra ini digelar setelah seorang komandan militer Israel bernama Kolonel Nochi Mendel membela keputusannya memerintahkan serangan tersebut, dalam wawancara media yang dipublikasikan pekan lalu.
"Saya tidak menyesali perbuatan saya," kata Mendel dalam wawancara tersebut.
Karuna Bajracharya, sahabat Frankcom, yang ikut dalam unjuk rasa pada Selasa (8/9), menyebut pernyataan Mendel itu "menjijikkan" dan mengkritik tidak adanya pertanggungjawaban pidana.