Menurut dia, pelaksanaan bazar dimajukan menyesuaikan agenda kegiatan dinas dengan melibatkan 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan.

"Harapannya kegiatan ini bisa menyerap banyak UMKM untuk berjualan, khususnya produk makanan olahan ikan dan ikan segar," katanya.

Teguh mengatakan, selain mendorong aktivitas ekonomi pelaku UMKM, bazar tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi ikan, terutama bagi anak-anak sejak usia dini.

“Kami berharap kegiatan promosi konsumsi ikan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sekaligus mendukung upaya menekan angka stunting di Kabupaten Cirebon,” ucap dia.