NADIKABAR.COM — Manggarai sempat bablas melewati Stasiun Sudirman tanpa berhenti untuk melayani penumpang. Apa yang sebenarnya terjadi?

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/10/2026) pagi. Kejadian ini dikeluhkan pengguna melalui media sosial. Disebutkan bahwa KRL berhenti mendadak setelah melewati Stasiun Sudirman.

Para penumpang yang hendak turun di Stasiun Sudirman akhirnya turun di Stasiun Manggarai. Mereka harus menyeberang peron untuk naik KRL kembali ke arah Stasiun Sudirman.

"Naik dari Tanah Abang untuk turun di Stasiun Sudirman. Tapi ternyata di stasiun Sudirman tidak berhenti. Tbtb kereta berhenti mendadak setelah sudah lewat stasiun sudirman (mungkin baru ingat kl belum berhenti?). Dan akhirnya berujung diajak ke stasiun Manggarai," tulis akun Threads Divaaputrii.

KAI Commuter Line pun buka suara terkait peristiwa tersebut. KAI Commuter memohon maaf atas pelanggaran operasional yang terjadi.

"KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas pelanggaran operasional ini. KAI Commuter berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional perjalanan Commuter Line agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang karena keselamatan dan keamanan pengguna adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar," ujar Leza.

KAI Commuter Line akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh atas insiden tersebut. Termasuk, memeriksa masinis terkait kejadian tersebut.

"Atas kejadian tersebut, KAI Commuter langsung mengambil tindakan tegas dan responsif dengan melakukan penanganan di lapangan. Selain juga pemeriksaan secara intensif terhadap petugas masinis yang berdinas pada rangkaian kereta tersebut guna mengetahui penyebab pasti atas kejadian tersebut," kata Leza.

Selain terhadap masinis, pemeriksaan juga akan dilakukan secara menyeluruh. KAI juga akan melakukan evaluasi terhadap SOP para petugas.

"Sebagai operator moda transportasi Commuter Line, kami terus berupaya memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh awak sarana perkeretaapian demi menjaga standar keselamatan transportasi publik yang aman," ujarnya.