Temuan dari pemeriksaan itu kemudian ditindaklanjuti di lapangan. Warga yang terdeteksi berisiko mendapat tata laksana dan pengobatan gratis di Puskesmas agar indikator kesehatannya kembali normal atau masuk kategori hijau.
Pada pilar kedua, pemerintah telah membangun 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di daerah tertinggal yang sebelumnya berstatus Kelas D.
"Pembangunannya dibagi dalam beberapa tahap, 22 RSUD masuk batch 1 dan 2 tahun 2025, dengan 21 unit di antaranya sudah rampung 100 persen dan beroperasi penuh. Sebanyak 20 RSUD lain tergabung dalam batch 3 dan 4 tahun 2026, sedangkan 24 RSUD pada batch 5 dan 6 tahun 2027 masih dalam tahap perencanaan" papar Budi.
Adapun rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Anambas, Buru, Bengkulu Tengah, serta Kabupaten Keerom di Papua kini telah dilengkapi alat kesehatan setara rumah sakit di Pulau Jawa. Alat kesehatan itu mencakup mammografi untuk deteksi dini kanker payudara, CT scan, hingga cath lab untuk tindakan jantung dan stroke.
Meski begitu, pemenuhan tenaga medis masih menjadi pekerjaan rumah. Kemenkes mencatat, dari 66 RSUD tersebut baru 34 unit atau 51 persen yang memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar secara lengkap.
Pada pilar ketiga, angka insiden tuberkulosis menurun secara berkelanjutan, dengan WHO Global TB Report mencantumkan estimasi kasus tuberkulosis pada 2026 turun menjadi 1.080.000 dari 1.092.000 pada 2024.