Bapanas pada September 2026 juga menekankan pentingnya keragaman konsumsi dan keamanan pangan sebagai bagian dari transformasi sistem pangan nasional. Prinsip Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong masyarakat mengonsumsi pangan yang lebih beragam dan berkualitas.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Hamid Sangadji mengatakan indikator penganekaragaman konsumsi harus terlihat pada pilihan pangan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
"Karena itu, program di lapangan harus membantu masyarakat mengenal dan memanfaatkan lebih banyak pangan lokal yang mudah diakses sehari-hari," kata Hamid.
Pada aspek konsumsi, capaian nasional menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun belum selalu memenuhi target yang ditetapkan. Skor Pola Pangan Harapan (PPH), yang menggambarkan kualitas dan keragaman konsumsi pangan masyarakat, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Berdasarkan data Bapanas, skor PPH konsumsi nasional meningkat dari 86,3 pada 2020 menjadi 93,5 pada 2024. Meski demikian, realisasi tersebut tidak selalu mencapai target Renstra Kementerian Pertanian 2020-2024.
Pada 2020, skor PPH tercatat 86,3, di bawah target 90,4. Pada 2021, realisasinya sebesar 87,2, juga belum mencapai target 91,6. Skor PPH kemudian meningkat menjadi 92,9 pada 2022 dan 94,1 pada 2023, melampaui target masing-masing sebesar 92,8 dan 94,0. Namun, pada 2024, skor PPH tercatat 93,5, masih di bawah target 95,2.
Upaya diversifikasi pangan ini turut dilakukan melalui program B2SA Goes to School yang menyasar generasi muda. Pada 2026, program ini direncanakan menjangkau satuan pendidikan di 83 kabupaten/kota dan 15 provinsi untuk memperkenalkan pola konsumsi yang lebih beragam dan bergizi.
Pada akhirnya, dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penguatan produksi dan cadangan pangan menjadi fondasi penting dalam perjalanan menuju kemandirian pangan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untuk menjaga pasokan, mendukung petani, dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber pangan dari luar negeri.