NADIKABAR.COM — Helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) mengalami kecelakaan atau crash saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Siaran pers TNI AD yang diperoleh dari Dinas Penerangan AD (Dispenad) menyatakan proses evakuasi personel penerbangan di Helikopter MI 17V5 Penerbad itu sudah dilakukan. Dari proses SAR itu satu orang ditemukan meninggal.
"Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang," demikian siaran pers dari Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono yang diterima Rabu sore.
"Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di RS yang sama. Sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," sambungnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan helikopter itu jatuh di perairan Kabupaten Seruyan, Kalteng. Ia menjelaskan helikopter tersebut jatuh diduga alami gangguan teknis saat hendak padamkan karhutla.
"Helikopter tersebut mengalami gangguan teknis saat melaksanakan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh," ungkap Budi, Rabu sore.