Budi mengatakan, helikopter Mi-17 tersebut sebelumnya bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB untuk menjalankan operasi udara penanggulangan karhutla. Penerbangan itu mengambil rute Kuala Pembuang-Telaga Pulang-Kuala Pembuang.

Namun, saat menjalankan misi pengambilan air untuk mendukung pemadaman karhutla, helikopter mengalami gangguan teknis di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh.

Dia menerangkan setelah menerima informasi kecelakaan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

RudiΒ bilang helikopter PK-DAP yang sedang menjalankan operasi water bombing menjadi salah satu unsur pertama yang memberikan bantuan setelah menerima informasi melalui komunikasi radio dari helikopter Bell 412 Penerbad.

Berdasarkan data sementara, terdapat delapan personel di dalam helikopter tersebut. Mereka yakni Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.

Empat dari delapan personel yang berada di dalam helikopter berhasil dievakuasi pada Rabu siang.