NADIKABAR.COM — Seorang anak seharusnya menemukan rasa aman di rumah, mengenali persahabatan di lingkungan tempat tinggal, dan belajar bahwa setiap manusia layak dihormati, apa pun kondisi fisik maupun kemampuannya.

Namun, bagi seorang anak penyandang disabilitas di Kota Surabaya, Jawa Timur, harapan mendasar itu berakhir dalam tragedi yang mengguncang nurani publik.

Anak berusia 10 tahun tersebut meninggal dunia dengan dugaan mengalami kekerasan yang melibatkan dua teman sebaya di sekitar rumahnya di kawasan Rungkut, Surabaya, pada 12 September 2026.