Korban memiliki kondisi down syndrome, cerebral palsy, serta keterbatasan fisik dan komunikasi yang membuatnya lebih rentan ketika menghadapi ancaman.
Peristiwa ini tidak semestinya berhenti sebagai perkara dugaan perundungan yang menyita perhatian sesaat. Kematian seorang anak justru membuka pertanyaan yang lebih mendasar tentang kemampuan keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang sungguh-sungguh aman bagi anak, terutama mereka yang memiliki kerentanan berlapis.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan pentingnya kedekatan orang tua dengan anak, termasuk membangun komunikasi dan memahami kehidupan sehari-hari mereka. Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan pendampingan terhadap keluarga korban dan anak-anak yang diduga terlibat.