NADIKABAR.COM — Dewan Uni Eropa telah mengalokasikan dana sebesar 4,7 miliar euro (sekitar Rp94,92 triliun) sebagai kompensasi bagi negara-negara anggotanya yang memasok persenjataan ke Ukraina.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (26/7), dewan tersebut menyatakan telah mengesahkan delapan keputusan yang memungkinkan pencairan dana tersebut di bawah skema Fasilitas Perdamaian Eropa (European Peace Facility/EPF).
"Keputusan ini memungkinkan penggantian sebagian biaya melalui EPF atas bantuan militer yang telah dikirimkan oleh negara-negara anggota, dengan nilai total mencapai 4,7 miliar euro," demikian bunyi keterangan tersebut.
Selain kompensasi pengadaan senjata, Uni Eropa juga mengalokasikan dana sebesar 230 juta euro (Rp4,64 triliun) untuk membiayai Misi Bantuan Militer Uni Eropa (EU Military Assistance Mission/EUMAM) guna membantu Ukraina.
Dengan penambahan anggaran tersebut, total dukungan Uni Eropa untuk Ukraina di bawah skema EPF kini telah mencapai 10,8 miliar euro (Rp218,11 triliun). Angka tersebut mencakup 9,9 miliar euro (Rp199,93 triliun) untuk penggantian biaya bantuan militer dari negara anggota, serta 950 juta euro (Rp19,18 triliun) untuk program pelatihan militer melalui EUMAM.
Sementara itu, Rusia berulang kali menegaskan bahwa pasokan senjata dari negara-negara Barat ke Ukraina justru menghambat penyelesaian konflik dan menyeret negara-negara anggota NATO dalam konfrontasi tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap pengiriman yang mengangkut persenjataan menuju Ukraina akan dianggap sebagai target militer yang sah oleh Rusia.
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman