NADIKABAR.COM — Departemen Pendidikan Filipina pada Jumat memastikan keamanan dan keselamatan sejumlah pelajar sebagai prioritas seusai kejadian penembakan di sekolah di South Cotobato.
Gubernur South Cotobato Reynaldo Tamayo dalam laporan awal mengatakan lima pelajar menjadi korban penembakan di SMA Negeri Banga.
Sejumlah pelajar yang terluka telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Surallah dan rumah sakit tingkat provinsi.
Polisi Nasional Filipina dalam laporannya menyatakan penembakan oleh tersangka yang menggunakan pistol kaliber 45 terjadi sekitar pukul 1:30 siang waktu setempat.
Otoritas setempat memutuskan pengajaran kelas tatap muka pun dibatalkan hingga 21 September 2026.
Departemen Pendidikan mengatakan akan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menyelidiki kejadian.
"Prioritas utama kami adalah keamanan dan keselamatan para pelajar, guru, dan awak sekolah. Kami berkoordinasi erat dengan Dinas Sekolah, Dinas Provinsi, pemerintah setempat dan penegak hukum untuk menyelidiki kejadian itu dan menyediakan bantuan yang diperlukan," kata Departemen Pendidikan.
Pihaknya juga akan memberikan layanan konseling psikologi dan dukungan psikososial kepada para korban.
Pemerintah Filipina meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi saat penyelidikan dilakukan.
Selain itu, Departemen Pendidikan telah melakukan simulasi keamanan sekolah di seluruh negeri sebagai upaya meningkatkan persiapan menghadapi ancaman atau keadaan darurat di sekolah.
Program itu juga bersamaan dengan protokol keamanan yang lebih ketat di gerbang masuk/keluar sekolah, dan meningkatkan pemantauan kepolisian, serta koordinasi dengan pemerintah daerah.
Penerjemah: Bayu Prasetyo