Ada pula gandolan saku emas yang dikaitkan dengan kemuliaan dan tanggung jawab seorang pemimpin untuk menyejahterakan rakyat. Sementara selop hitam menggambarkan kerendahan hati dalam melangkah.

Busana Cebbing terdiri dari kebaya yang dipadukan dengan samper sogan wiru sembilan. Perpaduan tersebut menunjukkan kelembutan dan keanggunan perempuan Sumenep.

Kebaya dengan motif beras tumpah melambangkan keberkahan hidup yang meluap-luap. Sementara samper wiru dipasang agak ke kanan, selebar dua jari, dengan jumlah sembilan lipatan.

Sama seperti busana Kacong, Cebbing juga memiliki sejumlah aksesori dengan makna tersendiri. Salah satunya adalah sanggul angka delapan dan alis bulan sabit.

Aksesori kepala dan wajah tersebut melambangkan keseimbangan budi pekerti luhur serta ketaatan terhadap norma-norma kehidupan.