Kemudian ada bros tebhu sare susun tiga. Aksesori ini menyiratkan keseimbangan hubungan tim redaksi manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

Sementara cincin waik dan giwang rombe menggambarkan tekad yang kuat serta kecantikan yang tetap santun.

Pada bagian kaki, busana ini dilengkapi selop heels hitam setinggi 5 sentimeter. Alas kaki tersebut juga memiliki makna sebagai pijakan untuk menjaga martabat dan keanggunan saat berjalan.

Beragam makna yang melekat pada pakaian dan aksesori Kacong dan Cebbing menjadi bagian dari kekayaan budaya Sumenep. Pakem tersebut juga memperlihatkan bagaimana busana tradisional tetap digunakan untuk mengenalkan nilai budaya daerah.