Dalam pernyataan yang dikeluarkan, penyelenggara HYROX mengatakan bahwa HYROX memiliki prosedur yang jelas terkait kontaminasi biologis dan penanganan medis. Namun, dalam insiden ini, muncul situasi yang tidak terduga ketika protokol yang dirancang untuk kompetisi atlet elite dan partisipasi massal menjadi kurang jelas batas penerapannya.

"Dalam kejadian ini, muncul situasi tak terduga di mana protokol yang dirancang untuk kompetisi elite dan partisipasi massal menjadi tumpang tindih, sehingga menimbulkan ketidakjelasan terkait penerapan dan pemahamannya," demikian tertulis dalam akun Instagram HYROX Official, Selasa (15/9/2026).

Atas insiden tersebut pihak penyelenggara dikabarkan telah melakukan sterilisasi arena, sehingga menekan risiko kontaminasi penyakit terhadap atlet lain.

Ditanya mengenai situasi ini, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH FINASIM dari Mayapada Hospital mengatakan ada beberapa penyakit yang mungkin bisa ditularkan melalui feses di situasi terbuka seperti arena HYROX.