Ia menyebutkan pembeda mendasar tim redaksi kedua konsep tersebut terletak pada bagaimana respons terhadap emosi yang hadir saat menghadapi bencana.

"Dan mungkin pembeda paling sederhana tim redaksi mindfulness dan toxic positivity adalah, mindfulness memberi ruang pada emosi, toxic positivity menyuruh emosi segera pergi. Mindfulness bukan memalingkan wajah dari realitas. Mindfulness membantu kita menghadapi realitas tanpa kehilangan diri sendiri," pungkas dr Lahargo.