"Penetapan status tersangka terhadap oknum yang terlibat termasuk oknum perwira tinggi membuktikan bahwa prinsip persamaan di hadapan hukum dan bersih-bersih internal di tubuh Polri berjalan dengan profesional, transparan, dan akuntabel," sebutnya.
Dia mengajak masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut ke Polri. Dia mengatakan hukum harus ditegakkan.
"Partai Gerindra mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk tidak berspekulasi serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar diusut tuntas hingga ke akar-akarnya sesuai perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Sugiat menekankan peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem keamanan informasi dan intelijen. Dia mengatakan hal itu penting untuk mencegah kemampuan intelijen disalahgunakan.
"Peristiwa ini harus memicu pembersihan menyeluruh di ring pengamanan dan Intelijen Negara. Perlu ada pemeriksaan ulang loyalitas secara ketat terhadap seluruh personel di lingkaran terdekat Presiden untuk memastikan tidak ada lagi 'duri dalam daging'," ujarnya.
Sebelumnya, Polri menetapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi sebagai tersangka. Mereka diduga menyadap presiden dan berbagai pihak secara ilegal.