Gagat mengatakan Indonesia memiliki banyak merek kendaraan roda empat dan roda dua, sementara tingkat kandungan lokal serta kemampuan manufaktur komponen dalam negeri juga sudah tinggi.

Ia menyebut kemampuan tersebut antara lain tecermin dari ekspor kendaraan dan komponen yang dilakukan Indonesia.

β€œEkspor mobil kita ada 500.000 unit, belum termasuk komponennya. Artinya komponen kita dan juga mobil produksi Indonesia itu juga diekspor, dipakai di macam negara," imbuhnya.

Selain kemampuan produksi, Gagat menilai biaya tenaga kerja Indonesia di luar wilayah Jabodetabek masih kompetitif dan produktivitas tenaga kerja Indonesia dapat tinggi apabila didukung pendidikan, metode, dan mesin yang setara.

Dalam rangkaian Automechanika Jakarta 2026, GIAMM juga akan menghadirkan seminar mengenai peta jalan industri otomotif Indonesia yang membahas upaya menarik investasi asing, serta menampilkan perusahaan joint venture dengan Jepang yang telah lama berkembang di Indonesia.