Setelah bergulir beberapa waktu, Sarmuji menyebut akhirnya isu soal itu terbukti hoaks. Ternyata, ketua umum yang melakukan kekerasan buka berasal dari Golkar.

"Ternyata kan hoaks. Ternyata yang menganiaya waktu itu, ternyata adalah partai yang tidak lolos dalam parlemen. Nah, bayangkan itu, dianggap partai besar. Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, 'Partai besar'. Partai besarnya siapa, kita enggak tahu," kata dia.

Sarmuji kembali menegaskan untuk menghiraukan informasi yang belum terkonfirmasi. Sebab itu akan merugikan.

"Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi," katanya.