Berlanjut ke 1935, sebuah pulau mulai terbentuk di GAK. Pulau itu berbentuk tidak simetris yang tersusun dari endapan semburan berbentuk butiran halus yang berlapis-lapis.

Endapan material tersebut disampaikan Watt hanya menumpuk di satu sisi gunung berapi, di sisi timur laut. Kondisi ini berlanjut hingga 1940-1960-an.

Melalui gambar tertanggal Mei 1961, terlihat lubang letusan GAK sudah berada di atas permukaan laut. Posisi ini membuat GAK menghasilkan aliran lava yang mengalir ke arah barat daya dan mengendap seperti saat ini.

Data yang komplit ini, baik peta, deskripsi tertulis, dan foto, membuat perilaku erupsi serta evolusi GAK bisa direkonstruksi. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran yang sangat rinci dan unik soal perkembangan GAK.

Watt menegaskan bila GAK merupakan gunung api yang telah aktif secara terus-menerus meski tetap memiliki waktu jeda. Dalam waktu satu dekade ini, GAK memiliki perilaku yang relatif serupa.

"Jadi kita kembali ke tahap freatomagmatik lain, sebenarnya hanya untuk beberapa bulan, sampai kemudian menjadi subaerial lagi, dan gaya perilaku strombolian kembali," sampainya.