NADIKABAR.COM — Dua acara Grebeg Maulud digelar Keraton Kasunanan Surakarta. Kirab pertama digelar kubu PB XIV Mangkubumi, lalu PB XIV Purbaya. Momen unik terlihat ketika abdi dalem menjaga ketat gunungan saat prosesi pembacaan doa.

Grebeg Maulud kubu XIV berangkat dari Keraton menuju ke Masjid Agung Solo sekira pukul 11.10 WIB. Rombongan tiba sekira pukul 11.20 WIB.

Pada acara pertama, dua pasang gunungan sudah ludes jadi rebutan warga saat prosesi doa di Masjid Agung Solo. Mengantisipasi hal serupa, dua pasang gunungan yang dibawa kubu PB XIV Purbaya dijaga ketat oleh abdi dalem saat di Masjid Agung.

Masyarakat yang mencoba langsung meraih isi gunungan, langsung dihalangi oleh abdi dalem. Setelah prosesi doa selesai, dua gunungan jaler, langsung ludes jadi rebutan masyarakat.

Sementara dua gunungan istri berhasil dijaga tetap utuh dan dibawa kembali ke Keraton Solo. Kedua gunungan itu kemudian jadi rebutan masyarakat yang berada di Kamandungan.

Salah seorang masyarakat, Ernawati asal Sukoharjo, sengaja menunggu dua acara Grebeg Maulud yang diadakan. Hasilnya, dia mendapatkan sejumlah isi gunung seperti kancang panjang, dan bambu rangka gunungan.

"Berkahnya Gusti, kepercayaan juga, nanti disimpan. (Kacang panjang) Dimasak, bambunya buat ditempat usaha, kalau tani diletakan di sawah. Kepercayaan aja mas. Semoga rukun selalu, kompak selalu, kanjeng Gusti sehat selalu," kata Ernawati kepada awak media, Rabu (26/8/2026).

Warga lain, Endang Purwanti asal Sragen, mendapatkan sejumlah isian gunungan untuk ia bawa pulang. Dia menuturkan dari perkataan orang tua zaman dahulu, isian gunungan ini bisa membawa keberkahan.

"Daun pisang untuk disimpan rumah, kata orang tua biar selamat. Yang ini (nasi) untuk dikasih ayam, biar ayamnya tambah banyak," ucap Endang.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Takmir Masjid Agung Solo Muhammad Muhtarom, mengatakan Keraton Solo pada acara Grebeg Maulud ini mengadakan dua acara. Pihaknya siap menerima dan melayani.

"Gerebek Maulud merupakan syukur Keraton Surakarta, masyarakat, dan abdi dalem memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga masyarakat Keraton, Abdi Dalem, dan semuanya bisa teladan kepada Nabi Agung Muhammad SAW," kata dia.

"Pelaksanaannya oleh Keraton, kita melayani. Nanti keraton ada (dua acara) semua kita layani," imbuhnya.

Dia berharap, Gerebeg Maulud ini bisa menjadi Keraton Solo kembali menjadi pusat peradaban dan tata nilai masyarakat Jawa.

"Semua dalam rangka bersyukur kepada Allah SWT, dengan harapan Keraton mendapatkan ketentraman, kembali kuncoro, masyarakat menjadi pusat peradaban kembali, menjadi pusat tata nilai kembali. Kita orang Jawa kembali ke keraton. Kalau keraton bisa Kuncoro lagi, menjadi pusat tata nilai lagi, sebuah kebanggaan bagi kita," pungkasnya.