NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan program Magang Guru SMK ke Luar Negeri Tahun 2026. Lewat program tersebut sebanyak 50 guru akan menjalani magang di Jerman.

Bukan cuma memberikan tambahan skill dan pengalaman praktik bagi guru, lebih jauh dari itu program ini berfungsi meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Para guru yang lulus magang harus pulang dan melatih siswa agar lebih siap masuk ke dunia industri.

Para guru diharapkan mampu mengadopsi standar industri Jerman untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di tanah air. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin.

Tatang mengungkapkan bahwa pengalaman magang di negara dengan sistem pendidikan vokasi yang kuat seperti Jerman sangat krusial. Pemerintah memilih Jerman karena reputasi internasional yang baik dan model pendidikan vokasinya yang unggul.

"Dan dari pengalaman-pengalaman tersebut, maka dampaknya akan lebih luas ke guru-guru bidang studi keahlian tadi yang dimagangkan di sana. Dengan posisi yang seperti itu, insyaallah maka anak-anak juga akan terdampak dari kualitas pembelajaran," kata Tatang saat ditemui usai acara Pelepasan Peserta Magang Guru SMK ke Luar Negeri 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa (1/9/2026).