"Ini baru dua dari 38 provinsi yang mencapainya, yaitu Aceh dan Bali. Beberapa daerah masih di bawah 10%," tegas Luhut.

"Kita harus lebih kencang lagi," sambungnya.

Luhut berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama mempercepat registrasi agar bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.

"Target ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Sangat mungkin, sepanjang kita semua bekerja bahu-membahu, karena kita menolong rakyat kita sendiri," ujar Luhut.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut meminta kepala daerah lebih serius mengawal pelaksanaan Perlinsos Digital. Ia mendorong pembentukan tim atau satuan tugas di setiap daerah dengan melibatkan dinas sosial dan dinas kependudukan dan pencatatan sipil.

"Saya mohon dengan segala hormat kepada kepala daerah, tiap-tiap daerah membentuk semacam tim, apa pun namanya. Mau tim atau satgas," kata Tito.

"Ketuanya, saran saya, kepala dinas sosial," sambungnya.

Tito juga mengusulkan evaluasi rutin setiap pekan agar perkembangan registrasi di seluruh daerah dapat dipantau secara terbuka.

"Kalau bisa di-breakdown juga per kabupaten. Jadi kita bisa tahu kabupaten mana yang kerja, mana yang nggak," ujar Tito.

"Kita sampaikan ke publik nanti, siapa yang tinggi, kita sampaikan kepada publik," lanjutnya.

Ia menyebut pemerintah akan mempertimbangkan insentif fiskal bagi daerah dengan kinerja registrasi yang baik. Sebaliknya, daerah dengan capaian rendah akan mendapat perhatian dan evaluasi khusus.

"Yang tertinggi kita akan berikan reward. Tapi sebaliknya yang terendah juga akan kita sampaikan ke publik," kata Tito.

Tito menegaskan percepatan registrasi dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh bansos secara tepat sasaran, bukan semata-mata memenuhi target pemerintah pusat.

"Ini bukan kepentingan kita. Kepentingan masyarakat," tegas Tito.

"Sehingga bansos tepat sasaran," imbuhnya.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Tito Karnavian dan dihadiri Luhut Binsar Pandjaitan. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh perwakilan pemerintah dari sekitar 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.