"Sekitar pukul 20.30 WIB rombongan berangkat dari start. Lalu sekitar pukul 21.50 WIB saat sampai di tikungan Dusun Gumuksari, sopir diganti dari saudara Puji ke saudara Toni. Di situ bagian ekor salon menyenggol pos kamling hingga runtuh dan tumpukan sound system jatuh menimpa penonton," ujarnya.

Saat melintasi tikungan dengan kondisi jalan yang terbatas, bagian belakang muatan sound horeg menyenggol poskamling. Pos tersebut kemudian roboh dan material serta perangkat sound horeg jatuh ke arah warga yang sedang menonton.

Eko membenarkan armada pengangkut sound horeg tersebut mengalami kendala ketika melintas di lokasi.

"Jalannya mepet, dan juga banyak peserta, jadi sempat menyenggol dan meruntuhkan poskamling. Ada korban yang kemarin sudah kita bawa ke Puskesmas untuk menindaklanjuti. Mereka alami luka ringan," jelasnya.

Tiga warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut yakni Ibu Siah (45), Tian (9), dan Bela (10). Mereka mengalami luka setelah tertimpa material poskamling dan perangkat sound horeg.

Roni merinci, Ibu Siah mengalami benjolan di kepala dan memar pada kaki kiri. Sementara Tian mengalami benjolan di dahi kanan. Adapun Bela mengalami luka lecet pada tangan dan kaki.

"Korban luka ada tiga orang. Ibu Siah mengalami luka benjol di kepala dan memar di kaki kiri, anak Tian mengalami benjol di dahi kanan, sedangkan anak Bela mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Korban langsung dievakuasi petugas ke Puskesmas Nogosari," paparnya.

Polisi memastikan kondisi ketiga korban relatif stabil. Mereka mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.