NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii optimis dengan perkembangan pesantren di Indonesia. Ia yakin pesantren akan meluaskan kiprah, peran, dan kontribusinya, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.

Hal ini disampaikannya saat menyampaikan sambutan pada upacara peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Darul Maarif, Kaplongan, Indramayu, Jawa Barat. Upacara ini dihadiri puluhan ribu santri yang memenuhi lapangan.

Menurutnya, jika 81 tahun lalu santri menguatkan negeri dengan mengangkat senjata menumbangkan penjajah, maka hari ini santri wajib menguatkan negeri dengan penguasaan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, kekuatan inovasi, serta kedalaman akhlak mulia. Zaman boleh berubah dan tantangan terus berganti, tetapi nyala api pengabdian santri untuk Indonesia tak boleh padam walau sekejap.

"Pesantren Indonesia harus mendunia," tegas Wamenag di Indramayu, Kamis (22/10/2026).

Dia mengatakan optimisme ini didasarkan pada semakin kuatnya rekognisi, afirmasi, dan pelembagaan komitmen negara terhadap pesantren dan santri. Tujuh tahun pasca-diundangkannya UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sejarah baru terukir melalui diterbitkannya Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2026 tentang Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.