Lebih lanjut, Hashim menjelaskan beberapa latar belakang terbentuknya program swasembada energi di Indonesia. Salah satunya adalah bagaimana situasi energi Indonesia rentan terpengaruh oleh situasi geopolitik dunia.

"Setiap kali ada gejolak, misalnya ada perang di dulu di Ukraina, sekarang perang di Teluk ya, Teluk Persia antara Amerika, Israel, dan Iran, sekarang apalagi hari ini ada antara Yaman Houthi dengan Arab Saudi, Indonesia yang kena. Indonesia kena dampaknya, dampak negatifnya," ujarnya.

Maka dari itu, Hashim melihat ini sebagai peluang bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor luar negeri.

Sementara itu, impor energi ini juga disebut memberi beban besar bagi ekonomi Indonesia.