Coroneos telah aktif secara fisik sejak anaknya masih kecil. Dia selalu bergerak dan beraktivitas sepanjang waktu.

Sebagai seorang atlet di perguruan tinggi, dia bermain voli dan basket. Coroneos bahkan meraih gelar master di bidang pendidikan dari Temple University.

"Ibu saya sangat kompetitif. Dia suka menang, bahkan sampai hari ini," kata putrinya, seraya menambahkan bahwa olahraga telah menjadi faktor besar dalam umur panjang Mary.

"Tubuh dirancang untuk selalu bergerak, dan begitu Anda menghentikan gerakan itu, Anda akan berkarat."

Di pusat kebugaran, rutinitasnya melibatkan resistance band ringan, leg extensions, gerakan duduk-berdiri, latihan menekan kaki dengan beban ringan, hingga latihan melenturkan kaki sambil duduk.

Keluarga Coroneos banyak mengonsumsi sayuran dan sedikit daging. Athena ingat bahwa ibunya membuat roti untuk keluarga. Makanan cepat saji sama sekali tidak ada.

"Dia sangat tertarik pada perawatan kesehatan karena dua saudara laki-lakinya adalah ahli kiropraktik yang sangat percaya bahwa tubuh perlu diberi nutrisi dengan makanan yang baik," Athena.

"Itulah yang dia makan saat masih kecil. Dia tidak pernah menyukai makanan cepat saji."

Mary juga tidak pernah menjadi orang yang banyak makan. Dia akan berhenti makan saat sudah kenyang. Ketika berusia 100 tahun, dia menyukai sup karena bergizi, mudah dikonsumsi, dan membuatnya tetap terhidrasi.

Mary masih menyempatkan diri untuk menikmati dessert. Dia suka tiramisu, hidangan penutup Italia yang kaya rasa.