"Jadi kuncinya adalah pemutakhiran, menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru," tambahnya.
Sebelumnya, Timbul menjadi sorotan setelah mengetahui dirinya tercatat berada di desil 9. Status tersebut membuatnya kebingungan karena ia sedang berupaya mengurus keringanan biaya kuliah untuk anaknya yang diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Informasi mengenai status desil tersebut diketahui Timbul saat mendatangi Kantor Kelurahan Lendah sekitar dua pekan sebelumnya. Saat itu, ia hendak mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan keringanan biaya pendidikan dan beasiswa.
Anak sulung Timbul, Lucky, diterima di UNY melalui jalur mandiri. Untuk masuk perguruan tinggi tersebut, Lucky diwajibkan membayar uang masuk sebesar Rp 15 juta. Timbul kemudian berencana mengajukan bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) maupun jalur beasiswa lainnya.