"Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9," ungkap Timbul saat ditemui di kediamannya, Senin (24/8).
Timbul mengaku terkejut dengan data tersebut. Sebelumnya, ia merasa kondisi ekonominya lebih sesuai apabila masuk dalam kelompok desil 1 atau 2, bukan desil 9. Ia juga mengaku masih menerima bantuan sosial hingga beberapa bulan sebelumnya.
"Terakhir dapat bansos PKH itu sekitar 4 atau 6 bulan yang lalu. Itu nilainya sembako, terus orang tidak mampu, terus anak sekolah itu sekitar Rp 1,1 juta," kata Timbul.